Tampilkan postingan dengan label Tahukah Kamu?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Kamu?. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2018

Perbedaan PUBG Mobile Dan Free Fire

PUBG yang aslinya adalah versi PC. Pubg ini digarap oleh bluehole, sebuah developer game, serta dikembangkan memakai Unreal Engine 4.

Ditambah dengan gameplay serta grafisnya yang sangat memuaskan sekali.

Kini, bekerjasama dengan tencet games, sebuah perusahaan asal china, bluehole pun merilis game PUBG namun yang versi Mobile.

Yang versi mobile pun tidak kalah bagus dengan yang PC.

Kini, pubg mobile telah mencapai 50 Juta unduhan di google play dari seluruh penjuru dunia.

Free fire sendiri adalah game battle royale yang telah dirilis terlebih dahulu di google play store.

Free fire juga telah memiliki user sebanyak lebih dari 50 juta unduhan di google play.

Game yang kini dibawah control garena tersebut telah melakukan beberapa update, fix, serta penambahan fitur.

Inilah, PUBG Mobile vs Free Fire. Siapa battle royale paling keren?

Grafis


PUBG Mobile tentu saja memiliki grafis yang jauh mengungguli Free Fire.

Hal ini dikarenakan pubg adalah game adaptasi langsung dari game PUBG yang ada di PC. Jadi, pubg mobile sangat mungkin jika memiliki grafis yang seindah PC.

Untuk PUBG Mobile sendiri memiliki 5 opsi grafis, serta pemilihan framerate.

Untuk 5 opsi grafis ada Smooth, balance, HD, HDR, serta Ultra. Untuk framerate, ada low, medium, high, serta extreme.

Namun,jika kalian bermain di smooth mode, pasti loading texture kalian akan sedikit melambat. 

Render di bangunan/terrain yang jauh akan terasa lama dan cenderung jelek grafisnya.

Nah, untuk Free Fire : Battlegrounds sendiri sebenarnya sudah memiliki grafis yang lumayan baik, kalau untuk seukuran game android saja.

Free fire juga dilengkapi dengan settingan grafis pula. Tergantung spesifikasi android yang kamu pakai.

Kini, Garena pasti telah merencanakan untuk melakukan update kepada Free Fire, seperti improve grafis serta shadow, atau sesuatu yang lebih baik.

Namun, untuk pendapat aku sendiri, free fire ini masih kalah jauh kalau bicara soal grafis serta shadow dan detail texturenya.

Untuk kalian, sih, sesuai selera kalian. Jika main PUBG pasti akan memilih pubg yang lebih baik, jika kalian main FF pasti memilih FF yang paling baik.


Gameplay


Secara general, keduanya adalah battle royale. Battle royaleandroid.



Mereka harus berlari ke safezone atau zona putih untuk dapat bertahan hidup.



Jika berada di blue zone, atau di luar bluezone, maka darah kamu akan terkuras, seiring berjalannya waktu.


Serta para player harus melakukan looting senjata dan equipment agar dapat bertempur dengan leluasa.

Jika kalian hanya memakai panci, maka persentase chicken dinner kalian akan lebih rendah.

Untuk pubg mobile sendiri memiliki gameplay yang sangat baik, kontrolnya tidak kaku, agility dan skill menembaknya benar-benar terasa.

Namun, untuk Free Fire sendiri memiliki gameplay yang sedikit kaku, namun memiliki control yang baik, tidak ribet dan tidak neko-neko.

Free fire memiliki auto aim dan sangat easy untuk mendapatkan kill dari musuh. Senjatanya seperti tidak ada recoilnya, walaupun sebenarnya ada.

Beda dengan pubg, yang memiliki recoil yang sangat merepotkan. Sangat dianjurkan jangan menembak dengan ditekan terus terusan. 

Tekan satu demi satu agar memiliki aim yang tidak belepotan.

Kalau Free fire sendiri sudah dipenuhi oleh cheater. Tentu saja hal ini sangat merugikan tim, karena tidak adil dan tidak balance.

Cheat adalah sampah. Gamer macam apa itu yang beraninya pakai cheat.

Kalau untuk PUBG Mobile, sangat jarang aku menjumpai yang namanya cheater. PUBG masih bersih dari cheat.


Map


PUBG mobile memiliki 2 map saat ini, yaitu erangel dan Miramar. Kedua map ini adalah map yang besar.



Miramar sendiri map yang beberapa minggu dirilis di PUBG mobile. Map ini berlatarkan gurun pasir yang luas serta perkotaannya.



Pubg memiliki map lebih besar dibandingkan free fire.


Sisi positif map besar adalah banyaknya spot looting yang bisa kalian explore di map tersebut.

Sisi negatifnya, jika safezone berada jauh dari kalian, maka kalian harus tryhard menuju safezone tersebut.

Pakai vehicle adalah ide yang sangat baik.


Weapons, Looting, Equipment


PUBG Mobile bisa looting secara otomatis dan memiliki variasi weapon lebih banyak dibandingkan free fire.

Seperti AKM, Scar, Uzi, Thompson, AWM, AUG, pokoknya banyak deh!

Serta equipment PUBG Mobile disini lebih banyak, serta kapasitas backpacknya lebih besar.

Jadi, pubg lagi lagi mengalahkan free fire.

Overall, PUBG Mobile atau Free Fire?

Untuk kalian pengguna low spek smartphone dan ingin sekali mencoba sensasi battlegrounds yang sesungguhnya, Free fire lah jawabannya.



Namun, jika kalian memiliki smartphone yang memiliki spesifikasi medium keatas, aku rekomendasikan untuk memilih PUBG.



Kenapa? Karena game PUBG Mobile cenderung lebih kompetitif dan lebih terasa sensasi survivalnya.


Jadi, menurut aku, secara di atas kertas, PUBG jauh lebih unggul dibanding Free fire.

Sabtu, 06 Februari 2016

Jika Terkena Virus Zika, Tidak Bisa Hamil Selamanya?

Jika Terkena Virus Zika, Tidak Boleh Hamil Lagi Selamanya?

Virus Zika memang sedang banyak mewabah, terutama di daerah tropis. Virus ini ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes dan dapat menjalari siapa saja.
Bila terjangkit pada ibu hamil, walaupun gejalanya relatif ringan, namun dapat ditransmisikan ke janin yang dikandungnya. Janin dari ibu yang terinfeksi virus Zika akan mengalami kelainan perkembangan otak di dalam kandungan dan mikrosefali atau lahir dengan diameter kepala yang lebih kecil.
Seperti dilansir dari BBC di Brazil, sejak Oktober 2015 virus Zika telah menginfeksi ribuan wanita hamil dan menyebabkan hampir 4.000 bayi lahir dengan mikrosefali. Angka ini sangat jauh berlipat ganda dibandingkan dengan data sebelumnya di mana kejadian mikrosefali pada tahun 2014 dilaporkan hanya sebanyak 150 kasus.
Dalam sebuah penelitian oleh Lavinia dkk. yang mengevaluasi 35 bayi di Brazil dengan mikrosefali menyebutkan bahwa semua ibu dari bayi tersebut pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang terjangkit virus Zika. Sebanyak 25 (71%) dari bayi tersebut menderita mikrosefali berat, 17 (49%) menderita sedikitnya satu kelainan saraf, dan dari 27 bayi yang dievaluasi menggunakan pemeriksaan pencitraan untuk saraf juga mengalami kelainan.
Di Indonesia, virus Zika telah dilaporkan oleh peneliti pada tahun 1977 dan 1978 di Rumah Sakit Tegalyoso di Klaten, Jawa Tengah. Ketika itu, diagnosis baru berdasarkan pada pemeriksaan serologi darah. Selain itu, pada studi yang diterbitkan di American Journal Tropical Medicine and Hygiene juga disebutkan adanya kasus virus Zika pada warga Australia yang pulang bepergian dari Jakarta.
Kepastian bahwa virus Zika telah ditemukan di Indonesia diperkuat oleh pernyataan dari Prof. Amin Subandrio, Kepala Lembaga Biomolekular Eijkman Jakarta. Beliau mengonfirmasi bahwa virus Zika telah berhasil diisolasi secara molekuler dan virologi.
Bagaimana mengetahui jika seorang ibu hamil terjangkit virus Zika?
Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus Zika kemudian mengalami gejala infeksi virus Zika (seperti demam, ruam merah, radang selaput lendir mata, nyeri otot dan sendi, serta letih lesu), disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus Zika. Untuk mencegah terjangkitnya ibu hamil oleh virus Zika, Centers for Disease and Control Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus Zika. Wanita hamil yang sudah telanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan perlindungan ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi seperti menggunakan losion antinyamuk, memasang kelambu, dan memakai baju yang tertutup.
Apakah wanita atau ibu hamil yang pernah terjangkit virus Zika tidak boleh hamil lagi selamanya?
Setelah terinfeksi, virus Zika akan berada di dalam tubuh seseorang selama beberapa hari sampai satu minggu, kemudian sesudah itu virus tersebut tidak lagi berada di dalam darah.
Berdasarkan pernyataan dari CDC, sekali virus Zika tereliminasi dari tubuh, maka individu tersebut akan aman bila kemudian mengandung. Janin yang dikandungnya tidak akan terpengaruh oleh infeksi Zika yang pernah diderita oleh ibunya. Begitu pula pada wanita yang pernah melakukan perjalanan ke daerah endemis virus Zika. Wanita tersebut aman untuk hamil setelah virus Zika tereliminasi dari tubuhnya.

Selasa, 02 Februari 2016

Bayi Jadi Vegetarian, Bolehkah?

Bayi Jadi Vegetarian, Bolehkah?

Kini, banyak bayi yang sudah dibiasakan untuk menjadi vegetarian oleh orangtuanya. Nah, biasanya orang-orang akan bertanya, jika anak vegetarian lalu bagaimana dengan kebutuhan nutrisinya?
Bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan memang membutuhkan nutrisi yang lengkap agar dapat tumbuh kembang dengan optimal. Namun sebenarnya tidak masalah jika bayi menjadi vegetarian, hanya saja dibutuhkan perhatian lebih dari orangtua untuk menjaga kebutuhan gizi bayinya.
Dalam penelitian dikatakan, walaupun tampaknya bayi vegetarian akan mengonsumsi kalori lebih sedikit dibandingkan bayi nonvegetarian, namun pada kenyataannya bayi vegetarian bisa memiliki asupan pemasukan kalori yang memadai apabila pemilihan asupannya tepat.
Aliran-Aliran Vegetarian
Dalam dunia vegetarian, muncul berbagai macam aliran atau modifikasi dengan berbagai aturannya sendiri. Beberapa variasi vegetarian di bawah ini merupakan variasi yang paling umum:
  • Vegans
    • Bayi vegetarian sama sekali tidak mengonsumsi protein hewani.
    • Bayi vegetarian biasanya akan mengambil asupan protein dari tahu, tempe, serta kacang-kacangan. Sementara itu, diketahui bahwa kandungan protein biologis dari tahu dan tempe lebih rendah dari daging.
    • Bayi vegetarian mendapatkan asupan kalsium dari sayuran hijau, produk kedelai, dan lentil.
    • Hal yang harus diperhatikan oleh orangtua adalah mengenai asupan mineral bagi bayi seperti zat besi, karena kebanyakan zat besi terkandung di dalam daging. Sehingga ada risiko bayi vegetarian rawan mengalami kekurangan zat besi. Jika kekurangan zat besi ini berlangsung terus-menerus, maka bisa meningkatkan risiko anemia pada bayi di kemudian hari.
  • Fruitarian. Penganut ini lebih selektif lagi dalam memilih makanan yaitu hanya kepada golongan buah.
  • Lacto-ovo vegetarian. Penganut ini masih boleh mengonsumsi turunan produk hewani seperti telur, susu, keju dan olahan susu. Pada lacto-ovo vegetarian, kebutuhan asam amino essential dari protein hewani masih dapat terpenuhi untuk kebutuhan tumbuh kembang bayi.
Vegetarian pada Bayi           
Diet vegan tulen dapat berdampak pada postur tubuh bayi. Pada bayi dengan diet vegan tulen, bayi terlihat lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang bukan vegetarian.
Pada bayi yang diterapkan diet lacto-ovo vegetarian hingga dewasa, sebuah penelitian menyatakan bahwa anak tersebut dapat memiliki tumbuh kembang yang sama baiknya dengan pola diet biasa ketika sudah dewasa.
Hasil yang berbeda didapatkan pada diet vegan tulen. Untuk diet vegan tulen, belum ada bukti penelitian yang memadai mengenai kecukupan asupan energi dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang.
Karena bayi masih dalam proses tumbuh kembang, maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dengan menjadi vegetarian berarti bayi akan memiliki kecenderungan kekurangan beberapa zat gizi yang terdapat pada makanan hewani, seperti besi, kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan lemak. Karena itu, perlu dicermati lebih lanjut pengganti zat gizi tersebut dari sumber makanan yang lain, misalnya lemak dari sumber kacang-kacangan, kalsium dari brokoli dan bayam, besi dari bayam, dan vitamin D dari brokoli dan bayam.
Sekarang pilihannya ada pada orangtua, apakah ingin bayi menjadi vegetarian murni, lacto-ovo, atau jenis diet lainnya. Jika memang orangtua akan mendalami masalah vegetarian ini, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak sub spesialis gizi dan metabolik agar periode tumbuh kembang emas bayi tidak terhambat.