Tampilkan postingan dengan label Tips Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Dokter. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Februari 2016

5 Bahan Alami Mengatasi Jerawat


Masalah jerawat adalah masalah semua orang. Dalam mencegah dan mengatasi jerawat, perawatan kulit memegang peranan penting. Beberapa bahan herbal Indonesia cukup banyak yang dapat bermanfaat untuk merawat kulit untuk mencegah dan mengatasi jerawat.
Bahan-bahan herbal ini telah diteliti dapat berfungsi sebagai anti bakteri, anti peradangan, mengurangi aktivitas kelenjar minyak dan mempercepat penyembuhan luka bekas jerawat, antara lain:
  1. Kunyit. Bahan aktif dalam kunyit yaitu curcumin ternyata menunjukkan aktivitas anti peradangan, anti oksidan dan mempercepat penyembuhan luka karena jerawat yang pecah.
  2. Manggis. Kulit buah manggis mengandung banyak bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai anti peradangan, anti bakteri dan anti oksidan.

3. Pepaya.
Pepaya mengandung enzim papain yang mampu menghilangkan sel kulit mati. Perawatan masker daging buah pepaya dapat mengurangi jerawat, dan memperbaiki kulit kasar.
4. Temulawak.
Bahan aktif dalam temulawak memiliki efek anti peradangan dan anti bakteri.
5. Tea Tree.
Minyak daun tea tree memiliki efek anti bakteri. Beberapa penelitian menunjukkan efek spesifik anti bakteri yang khusus menyebabkan jerawat. Dosis yang dapat digunakan adalah 5-15% larutan, 2 kali sehari.
Banyak bahan-bahan herbal yang diduga dapat berperan dalam perawatan kulit, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Untuk itu, pastikanlah Anda teliti dalam menggunakan produk-produk kesehatan kulit.
Perawatan kulit yang baik dan tekun akan menunjang usaha pencegahan dan pengobatan jerawat. Lakukan perawatan sewajarnya, jangan terlalu berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan malah memperparah jerawat. Berkonsultasilah dengan dokter Anda jika Anda merasa ragu dengan pilihan perawatan kulit Anda.

Awet Muda Dengan Tempe

awet, muda, tempe

Tempe memiliki kandungan isoflavon yang kaya yang terbukti mampu menghambat proses penuaan dini khususnya untuk wanita menjelang masa menopause.
Hal ini diperkuat dengan riset yang dilakukan staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip Semarang, DR. dr. Prasetyowati, Sp.KK. yang menguji sekitar 30 responden wanita yang diminta mengkonsumsi kapsul berisi ekstrak isoflavon kedelai tempe selama tiga bulan.
Dari hasil yang dicatat, ternyata kulit mereka lebih kenyal dibandingkan dengan responden yang tidak diberi ekstrak isoflavon. Menurut Prasetyowati hormon ekstrogen dalam isoflavon kedelai bisa menghambat penuaan. Selain itu mengkonsumsi kedelai untuk menjaga kecantikan selain murah juga aman, dibanding bahan kimiawi yang menjanjikan hasil cepat namun berisiko.
Dokter yang meraih penghargaan atas penelitiannya ini menyarankan kaum hawa agar menggunakan bahan alami sebagai resep menjaga badan tetap sehat dan cantik di usia paruh baya. Menurutnya wanita paruh baya setiap hari paling tidak membutuhkan 50-100 miligram isoflavon. Bila setiap 60 gram tempe mengandung 10 mg isoflavon, maka perempuan pada usia senja harus lebih banyak mengonsumsi tahu dan tempe. Sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan.

Virus Zika Dan Serba Serbinya

Virus Zika dan Serba-serbinya

Virus zika saat ini sedang menghebohkan dunia. Hal ini disebabkan karena virus zika ini sedang banyak terjadi di Brazil dan penyebaran virus zika ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri.
Pasalnya, jika virus zika menginfeksi ibu yang sedang hamil, maka ibu hamil tersebut berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali, atau bayi lahir dengan kepala yang kecil dan perkembangan otak yang tidak sempurna.
Hingga saat ini, belum ada penyembuhan untuk mikrosefali pada anak. Anak yang mengalami kondisi mikrosefali biasanya juga akan mengalami gangguan perkembangan, kejang, dan anomali pada wajah.
Virus Zika, Apa itu?
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), virus Zika pertama kali ditemukan pada monyet di Uganda pada tahun 1947. Sedangkan virus zika pada manusia ditemukan di Uganda dan Tanzania pada tahun 1952.
Sama halnya seperti demam berdarah, virus Zika disebabkan oleh penularan dari nyamuk Aedes. Nyamuk yang menggigit orang yang sudah terinfeksi dapat menularkannya ke orang lain.
Virus Zika, apa saja gejalanya?
Kebanyakan orang yang mengalami infeksi virus Zika tidak mengalami gejala khusus yang terjadi. Namun beberapa orang, yakni 1/4 dari orang yang terinfeksi, dapat mengalami:
  • Gejala demam
  • Ruam kemerahan
  • Nyeri kepala
  • Nyeri sendi
  • Mata merah
  • Lemah dan lesu.
Gejala akibat virus Zika tersebut berlangsung selama 2-7 hari. Gejala yang timbul biasanya akan dimulai sejak 3-12 hari setelah digigit nyamuk yang menularkan virus ini. Namun demikian, infeksi virus Zika sendiri biasanya tidak akan berdampak fatal pada orang dewasa, ataupun pada anak-anak.
Virus Zika, bagaimana cara menanganinya?
Tidak ada terapi atau penanganan khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi virus Zika. Jika terinfeksi virus ini, penanganan yang dilakukan hampir sama dengan penanganan akibat infeksi dari virus lainnya, yaitu dengan melakukan banyak istirahat, mengonsumsi minum air putih yang cukup, dan melakukan terapi simtomatik guna mengurangi nyeri dan demam.

Jika Terkena Virus Zika, Tidak Bisa Hamil Selamanya?

Jika Terkena Virus Zika, Tidak Boleh Hamil Lagi Selamanya?

Virus Zika memang sedang banyak mewabah, terutama di daerah tropis. Virus ini ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes dan dapat menjalari siapa saja.
Bila terjangkit pada ibu hamil, walaupun gejalanya relatif ringan, namun dapat ditransmisikan ke janin yang dikandungnya. Janin dari ibu yang terinfeksi virus Zika akan mengalami kelainan perkembangan otak di dalam kandungan dan mikrosefali atau lahir dengan diameter kepala yang lebih kecil.
Seperti dilansir dari BBC di Brazil, sejak Oktober 2015 virus Zika telah menginfeksi ribuan wanita hamil dan menyebabkan hampir 4.000 bayi lahir dengan mikrosefali. Angka ini sangat jauh berlipat ganda dibandingkan dengan data sebelumnya di mana kejadian mikrosefali pada tahun 2014 dilaporkan hanya sebanyak 150 kasus.
Dalam sebuah penelitian oleh Lavinia dkk. yang mengevaluasi 35 bayi di Brazil dengan mikrosefali menyebutkan bahwa semua ibu dari bayi tersebut pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang terjangkit virus Zika. Sebanyak 25 (71%) dari bayi tersebut menderita mikrosefali berat, 17 (49%) menderita sedikitnya satu kelainan saraf, dan dari 27 bayi yang dievaluasi menggunakan pemeriksaan pencitraan untuk saraf juga mengalami kelainan.
Di Indonesia, virus Zika telah dilaporkan oleh peneliti pada tahun 1977 dan 1978 di Rumah Sakit Tegalyoso di Klaten, Jawa Tengah. Ketika itu, diagnosis baru berdasarkan pada pemeriksaan serologi darah. Selain itu, pada studi yang diterbitkan di American Journal Tropical Medicine and Hygiene juga disebutkan adanya kasus virus Zika pada warga Australia yang pulang bepergian dari Jakarta.
Kepastian bahwa virus Zika telah ditemukan di Indonesia diperkuat oleh pernyataan dari Prof. Amin Subandrio, Kepala Lembaga Biomolekular Eijkman Jakarta. Beliau mengonfirmasi bahwa virus Zika telah berhasil diisolasi secara molekuler dan virologi.
Bagaimana mengetahui jika seorang ibu hamil terjangkit virus Zika?
Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus Zika kemudian mengalami gejala infeksi virus Zika (seperti demam, ruam merah, radang selaput lendir mata, nyeri otot dan sendi, serta letih lesu), disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus Zika. Untuk mencegah terjangkitnya ibu hamil oleh virus Zika, Centers for Disease and Control Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus Zika. Wanita hamil yang sudah telanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan perlindungan ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi seperti menggunakan losion antinyamuk, memasang kelambu, dan memakai baju yang tertutup.
Apakah wanita atau ibu hamil yang pernah terjangkit virus Zika tidak boleh hamil lagi selamanya?
Setelah terinfeksi, virus Zika akan berada di dalam tubuh seseorang selama beberapa hari sampai satu minggu, kemudian sesudah itu virus tersebut tidak lagi berada di dalam darah.
Berdasarkan pernyataan dari CDC, sekali virus Zika tereliminasi dari tubuh, maka individu tersebut akan aman bila kemudian mengandung. Janin yang dikandungnya tidak akan terpengaruh oleh infeksi Zika yang pernah diderita oleh ibunya. Begitu pula pada wanita yang pernah melakukan perjalanan ke daerah endemis virus Zika. Wanita tersebut aman untuk hamil setelah virus Zika tereliminasi dari tubuhnya.

Mencegah Infeksi Virus Zika

Mencegah Infeksi Virus Zika

Virus zika saat ini sedang menghebohkan dunia. Hal ini disebabkan karena virus zika ini sedang banyak terjadi di Brazil dan penyebaran virus zika ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri.
Pasalnya, jika virus zika menginfeksi ibu yang sedang hamil, maka ibu hamil tersebut berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali, atau bayi lahir dengan kepala yang kecil dan perkembangan otak yang tidak sempurna.
Hingga saat ini, belum ada penyembuhan untuk mikrosefali pada anak. Anak yang mengalami kondisi mikrosefali biasanya juga akan mengalami gangguan perkembangan, kejang, dan anomali pada wajah.
Virus Zika, Apa itu?
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), virus Zika pertama kali ditemukan pada monyet di Uganda pada tahun 1947. Sedangkan virus zika pada manusia ditemukan di Uganda dan Tanzania pada tahun 1952.
Sama halnya seperti demam berdarah, virus Zika disebabkan oleh penularan dari nyamuk Aedes. Nyamuk yang menggigit orang yang sudah terinfeksi dapat menularkannya ke orang lain.
Virus Zika, apa saja gejalanya?
Kebanyakan orang yang mengalami infeksi virus Zika tidak mengalami gejala khusus yang terjadi. Namun beberapa orang, yakni 1/4 dari orang yang terinfeksi, dapat mengalami:
  • Gejala demam
  • Ruam kemerahan
  • Nyeri kepala
  • Nyeri sendi
  • Mata merah
  • Lemah dan lesu.
Gejala akibat virus Zika tersebut berlangsung selama 2-7 hari. Gejala yang timbul biasanya akan dimulai sejak 3-12 hari setelah digigit nyamuk yang menularkan virus ini. Namun demikian, infeksi virus Zika sendiri biasanya tidak akan berdampak fatal pada orang dewasa, ataupun pada anak-anak.
Virus Zika, bagaimana cara menanganinya?
Tidak ada terapi atau penanganan khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi virus Zika. Jika terinfeksi virus ini, penanganan yang dilakukan hampir sama dengan penanganan akibat infeksi dari virus lainnya, yaitu dengan melakukan banyak istirahat, mengonsumsi minum air putih yang cukup, dan melakukan terapi simtomatik guna mengurangi nyeri dan demam.
Anjuran Bagi Wanita Hamil
Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus zika dan mengalami setidaknya dua gejala dalam dua minggu setelah bepergian, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Karena, hingga saat ini belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus zika. CDC (Centers for Disease and Control Prevention) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus zika. Wanita hamil yang sudah terlanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan proteksi ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi.
Bahkan baru-baru ini, pemerintah Brasil dan Kolombia meminta agar para wanita menunda kehamilan untuk sementara waktu. Anjuran yang lebih ekstrim diberikan oleh pemerintah El Savador yang menghimbau agar wanita tidak hamil hingga tahun 2018.
Virus Zika, bagaimana mencegah penularannya?
Perlindungan terbaik adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan krim penangkal nyamuk, menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang dengan warna muda atau cerah, tidur dengan kelambu, serta menutup pintu dan jendela.

Buah Naga Dan Manfaat Sehatnya

Buah Naga dan Manfaat Sehatnya

Buah naga merupakan buah yang memiliki warna yang mencolok dan berbentuk unik. Buah naga ini mulai populer dan banyak disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, baik untuk dikonsumsi secara langsung ataupun sebagai campuran buah di dalam sup buah.
Selain bentuk, warna dan rasanya yang khas, buah naga ternyata juga memiliki berbagai manfaat yang baik bagi tubuh orang yang mengonsumsinya. Beberapa manfaat buah naga tersebut, yakni:
  • Buah naga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh
Buah naga mengandung kadar vitamin C yang tinggi. Vitamin C dalam buah naga ini dapat berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh, serta menangkal radikal bebas. Kekebalan tubuh yang baik tentu akan membuat orang yang mengonsumsi buah naga ini terhindar dari berbagai jenis penyakit.
Tak hanya vitamin C, buah naga juga mengandung beberapa vitamin lainnya, seperti vitamin B1, B2 dan B3 yang bermanfaat untuk kesehatan kulit, menjaga kadar kolesterol, tekanan darah dan fungsi tiroid.
  • Buah naga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi pencernaan
Selain kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, buah naga juga kaya akan serat yang bermanfaat untuk pencernaan Anda. Serat berfungsi untuk melancarkan pencernaan, merangsang gerakan peristaltik usus dan Anda pun tak lagi mengalami susah Buang Air Besar (BAB).
  • Buah naga merupakan sumber antioksidan
Buah naga merupakan sumber antioksidan alami. Karoten yang terkandung di dalam buah naga memiliki fungsi sebagai anti karsinogenik untuk mencegah terjadinya kanker.
Tak hanya itu, dengan mengonsumsi buah naga, kandungan antioksidan di dalam tubuh juga akan bertambah sehingga semakin optimal dalam menangkal radikal bebas.
  • Buah naga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh
Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan protein.  Protein merupakan salah satu nutrisi esensial yang diperlukan oleh tubuh. Protein bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah, sayuran dan daging yang kemudian dimetabolisme oleh tubuh untuk mempercepat perbaikan sel, mempercepat metabolisme, dan meningkatkan massa otot.
Tak hanya itu, protein juga bermanfaat untuk kesehatan gigi, rambut, tulang, pembuluh darah, dan jaringan tubuh.
  • Antibakteri dan antijamur
Jika kekebalan tubuh Anda meningkat, maka Anda pun dapat terhindar dari infeksi bakteri dan jamur. Tak hanya untuk kekebalan tubuh, buah naga juga dapat berfungsi untuk meregenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka. 

Terong Dengan Seribu Manfaat

Terong, Si Ungu dengan Segudang Manfaat

Terong merupakan salah satu sayuran yang sudah sangat familiar untuk orang Indonesia. Anda pasti sering menyajikan olahan terong di meja makan keluarga, mulai dari balada terong hingga lodeh terong — untuk lebih memaksimalkan rasa, terong biasa dikombinasikan dengan bahan masakan lainnya seperti ikan, tempe, dan tahu.
Tapi tahukah Anda bahwa selain lezat dan murah, terong juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan?
  • Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Serat, kalium, vitamin C, vitamin B6, flavonoid, dan kandungan nutrisi lainnya yang ada dalam terong mempunyai fungsi untuk kesehatan jantung. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi makanan yang mengandung flavonoid berkaitan dengan rendahnya risiko kematian akibat penyakit jantung. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa konsumsi flavonoid memainkan peran utama dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Memperbaiki Tingkat Kolesterol
Dalam suatu penelitian, terong diberikan kepada kelinci yang memiliki kolesterol tinggi, kemudian hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan dalam berat badan dan tingkat kolesterol. Terong mengandung asam klorogenat yang dapat menurunkan kadar LDL, serta berfungsi sebagai antimikroba, antivirus, dan agen antikanker.
  • Mencegah Risiko Kanker
Kandungan polifenol dalam terong memiliki efek antikanker, sementara anthocyanin dan asam klorogenat berfungsi sebagai antioksidan dan antiperadangan. Senyawa-senyawa tersebut mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, dan pada gilirannya mencegah pertumbuhan tumor serta penyebaran sel kanker. Mereka juga mampu merangsang enzim-enzim detoksifikasi dalam sel.

Labu, Membantu Tingkatkan Kesuburan Hingga Melangsingkan

Labu, Membantu Tingkatkan Kesuburan Hingga Melangsingkan

Apa saja yang telah Anda ketahui mengenai labu?
Sayuran ini tidak hanya lezat untuk dijadikan bahan masakan, seperti sup labu, tumis labu, dan lain-lain. Labu juga kaya akan berbagai nutrisi, sebut saja vitamin A, vitamin C, magnesium, dan potasium.
Selain itu, labu terkenal dengan kandungan beta-karotennya yang kuat sehingga mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Mengonsumsi makanan yang kaya akan beta-karoten dapat mengurangi risiko pengembangan jenis kanker tertentu, melindungi diri kita terhadap asma dan penyakit jantung, serta menunda penuaan dan degenerasi tubuh.
Mengatur Tekanan Darah
Kandungan kalium, serat, dan vitamin C pada labu berguna untuk kesehatan jantung Anda. Bahkan mengonsumsi kalium secara memadai hampir sama pentingnya dengan menurunkan asupan natrium untuk pengobatan hipertensi. Peningkatan asupan kalium juga terkait dengan penurunan risiko stroke, penurunan pembentukan batu ginjal, dan perlindungan terhadap kehilangan massa otot.  
Mencegah Risiko Kanker
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, diet kaya beta-karoten dapat menurunkan risiko terjadinya kanker prostat. Kanker prostat adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria. Selain itu, beta-karoten terbukti memiliki hubungan dalam menurunkan perkembangan kanker usus besar pada populasi penduduk di negara Jepang.
Membantu Menajamkan Penglihatan
Tubuh manusia mengubah beta-karoten yang ada pada labu menjadi vitamin A. Vitamin A, seperti yang kita ketahui, sangat penting untuk kesehatan mata. Selain itu, labu juga mengandung lutein dan  zeaxanthin, dua antioksidan yang diduga dapat membantu mencegah katarak dan bahkan dapat memperlambat perkembangan degenerasi makula.
Menurunkan Berat Badan
Labu kaya akan serat sehingga dapat memperlambat pencernaan dan membuat kita merasa kenyang lebih lama. Tapi untuk menurunkan berat badan secara maksimal, kita juga perlu memperhatikan pola makan dan tentunya olahraga teratur. 
Meningkatkan Kesuburan
Berdasarkan studi dari Harvard Medical School, secara rutin mengonsumsi zat besi dari sumber tanaman seperti bayam, kacang-kacangan, labu, tomat, dan bit, dapat mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Vitamin A dalam labu juga penting selama kehamilan dan menyusui.

Selasa, 02 Februari 2016

Bayi Jadi Vegetarian, Bolehkah?

Bayi Jadi Vegetarian, Bolehkah?

Kini, banyak bayi yang sudah dibiasakan untuk menjadi vegetarian oleh orangtuanya. Nah, biasanya orang-orang akan bertanya, jika anak vegetarian lalu bagaimana dengan kebutuhan nutrisinya?
Bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan memang membutuhkan nutrisi yang lengkap agar dapat tumbuh kembang dengan optimal. Namun sebenarnya tidak masalah jika bayi menjadi vegetarian, hanya saja dibutuhkan perhatian lebih dari orangtua untuk menjaga kebutuhan gizi bayinya.
Dalam penelitian dikatakan, walaupun tampaknya bayi vegetarian akan mengonsumsi kalori lebih sedikit dibandingkan bayi nonvegetarian, namun pada kenyataannya bayi vegetarian bisa memiliki asupan pemasukan kalori yang memadai apabila pemilihan asupannya tepat.
Aliran-Aliran Vegetarian
Dalam dunia vegetarian, muncul berbagai macam aliran atau modifikasi dengan berbagai aturannya sendiri. Beberapa variasi vegetarian di bawah ini merupakan variasi yang paling umum:
  • Vegans
    • Bayi vegetarian sama sekali tidak mengonsumsi protein hewani.
    • Bayi vegetarian biasanya akan mengambil asupan protein dari tahu, tempe, serta kacang-kacangan. Sementara itu, diketahui bahwa kandungan protein biologis dari tahu dan tempe lebih rendah dari daging.
    • Bayi vegetarian mendapatkan asupan kalsium dari sayuran hijau, produk kedelai, dan lentil.
    • Hal yang harus diperhatikan oleh orangtua adalah mengenai asupan mineral bagi bayi seperti zat besi, karena kebanyakan zat besi terkandung di dalam daging. Sehingga ada risiko bayi vegetarian rawan mengalami kekurangan zat besi. Jika kekurangan zat besi ini berlangsung terus-menerus, maka bisa meningkatkan risiko anemia pada bayi di kemudian hari.
  • Fruitarian. Penganut ini lebih selektif lagi dalam memilih makanan yaitu hanya kepada golongan buah.
  • Lacto-ovo vegetarian. Penganut ini masih boleh mengonsumsi turunan produk hewani seperti telur, susu, keju dan olahan susu. Pada lacto-ovo vegetarian, kebutuhan asam amino essential dari protein hewani masih dapat terpenuhi untuk kebutuhan tumbuh kembang bayi.
Vegetarian pada Bayi           
Diet vegan tulen dapat berdampak pada postur tubuh bayi. Pada bayi dengan diet vegan tulen, bayi terlihat lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang bukan vegetarian.
Pada bayi yang diterapkan diet lacto-ovo vegetarian hingga dewasa, sebuah penelitian menyatakan bahwa anak tersebut dapat memiliki tumbuh kembang yang sama baiknya dengan pola diet biasa ketika sudah dewasa.
Hasil yang berbeda didapatkan pada diet vegan tulen. Untuk diet vegan tulen, belum ada bukti penelitian yang memadai mengenai kecukupan asupan energi dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang.
Karena bayi masih dalam proses tumbuh kembang, maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dengan menjadi vegetarian berarti bayi akan memiliki kecenderungan kekurangan beberapa zat gizi yang terdapat pada makanan hewani, seperti besi, kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan lemak. Karena itu, perlu dicermati lebih lanjut pengganti zat gizi tersebut dari sumber makanan yang lain, misalnya lemak dari sumber kacang-kacangan, kalsium dari brokoli dan bayam, besi dari bayam, dan vitamin D dari brokoli dan bayam.
Sekarang pilihannya ada pada orangtua, apakah ingin bayi menjadi vegetarian murni, lacto-ovo, atau jenis diet lainnya. Jika memang orangtua akan mendalami masalah vegetarian ini, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak sub spesialis gizi dan metabolik agar periode tumbuh kembang emas bayi tidak terhambat.

Mempersiapkan Makanan Organik Untuk Bayi

Mempersiapkan Makanan Organik untuk Bayi

Dalam mempersiapkan makanan organik untuk bayi, yang Anda butuhkan hanya blender dan cetakan yang berukuran sedang untuk menyimpan porsi kecil makanan agar tahan lama.
Namun, masih banyak orangtua yang bingung dengan makanan organik yang tersedia di pasaran. Harus memilih produk organik lokal atau produk organik yang sudah komersial? Dan bagaimana kiat-kiatnya dalam mempersiapkan makanan organik?
Memilih produk organik lokal
Kebanyakan makanan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia saat ini diangkut dari ribuan mil sebelum akhirnya sampai ke swalayan. Makanan pun jadi tidak segar lagi padahal kualitas makanan sangatlah penting, terutama untuk anak-anak yang masih dalam masa perkembangannya.
Anda bisa membeli produk organik di pasar tradisional yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Bahan makanan yang diproduksi secara lokal lebih bersifat musiman dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama.
Namun Anda juga dapat menanam sayur dan buah organik sendiri, seperti di halaman rumah. Bahkan Anda bisa membudidayakan sayur dan buah ini menggunakan barang bekas, misalnya ember, gelas, mangkuk, kaleng, botol, dan lain-lain.
Memilih produk organik yang komersial
Sayur dan buah adalah makanan organik yang mudah diperoleh karena sudah dibudidayakan secara lokal. Tetapi bahan lain seperti daging, telur, atau produk olahan susu jauh lebih sulit ditemukan. Kalaupun ada, biasanya harganya jauh lebih mahal karena masih diimpor. Sama halnya dengan bahan pangan olahan, seperti aneka mi dan pasta, olahan daging, dan sebagainya.
Karena itu, banyak orang mau tak mau membeli produk makanan kaleng, beku, atau makanan jadi yang telah berlabel organik. Untungnya, semakin banyak swalayan yang menjual produk makanan kaleng atau beku yang berlabel organik. Bahkan toko organik kian merambah luas, begitu pula dengan restoran yang menyediakan makanan organik.
Selain itu, kini sudah ada makanan bayi yang berlabel organik seperti Milna Bubur Bayi Organik, yang dijual di swalayan konvensional maupun toko-toko kecil lainnya. Jadi Anda tidak perlu khawatir lagi kesulitan mencari bahan makanan organik.
Kiat menyiapkan dan memasak makanan organik
Bakteri dapat berkembang di mana saja. Atas dasar itu, membersihkan bahan pangan organik juga harus diawasi. Berikut adalah beberapa kiat dalam menyiapkan sekaligus memasak makanan organik untuk Si Kecil:
  • Pada dasarnya makanan organik memiliki rasa yang kaya, sehingga tidak perlu banyak “hiasan” dalam penyajiannya. Misalnya, Milna Bubur Bayi Organik. Produk MPASI tanpa bahan pengawet ini tersedia dalam dua rasa yang sangat lezat, yakni beras merah dan kacang hijau, karena itu Anda tidak perlu menambahkan bahan-bahan masakan lain ke dalamnya.
  • Untuk bayi 6 bulan, Anda dapat memberikan Milna Bubur Bayi Organik sebanyak 1 kali sehari. Saran penyajiannya: 2,5 sendok makan (25g) Milna Bubur Bayi Organic dan air panas (75°C) 100ml. Air panas dapat diganti dengan ASI.
  • Untuk bayi 6 bulan ke atas, Anda dapat memberikan Milna Bubur Bayi Organik sebanyak 2 kali sehari. Saran penyajiannya: 5 sendok makan (50g) Milna Bubur Bayi Organic dan air panas (75°C) 200ml. Air panas dapat diganti dengan ASI.
  • Gunakan garam laut ketimbang garam meja. Garam laut dihasilkan dari penguapan air laut, tanpa proses pemurnian lebih lanjut dan dan tidak diberi bahan tambahan lain. Hasilnya, garam laut masih mengandung mineral-mineral lain yang terkandung di dalam air laut selain sodium dan klorida.
  • Gunakan papan potong dan alat lain yang beda untuk pangan hewani dan nonhewani, untuk mencegah terjadinya kontaminasi.
  • Gunakan minyak olive atau canola sebagai pengganti minyak sawit, karena mengandung lemak yang tidak jenuh. Selain itu, minyak canola mempunyai titik didih yang tinggi dan konstan.
  • Sebaiknya Anda tidak menggunakan microwave. Meskipun mudah dan cepat, namun metode memasak tradisional menghasilkan rasa makanan yang lebih kaya. Mengukus, mendidih, dan membakar pun dapat menambah rasa pada makanan.
  • Hati-hati dengan jenis wadah untuk penyimpanan makanan organik. Pilih wadah plastik yang bebas BPA (Bisphenol-A) agar makanan Si Kecil tetap terlindungi.
Sebagai upaya dalam melengkapi rangkaian produk nutrisi dan menjawab kebutuhan nutrisi Si Kecil, Milna mempersembahkan Milna Bubur Bayi Organik. Terbuat dari 95% bahan pangan organik berkualitas tinggi dan memiliki sertifikat resmi dari BPOM, menjadikan Milna Bubur Bayi Organik sebagai satu-satunya MPASI organik yang diproduksi di Indonesia. Tersedia dalam 2 varian rasa yaitu beras merah dan kacang hijau yang tinggi protein, kalsium, zat besi, 12 vitamin, dan 8 Mineral.
Di samping itu, sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku, produk Milna tidak memiliki kandungan bahan MSG dan pengawet. Kombinasi antara proses dan pemilihan bahan baku serta bahan kemas merupakan faktor utama yang menentukan umur simpan produk Milna.
Rangkaian produk nutrisi Milna lainnya terdiri dari:
1. Milna Biskuit Bayi (Untuk usia 6 bulan ke atas)
Keunggulan:
Kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi
Vitamin C & E berperan sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Zat besi merupakan mineral penting untuk pembentukan sel otak
11 vitamin & 5 mineral untuk menunjang pertumbuhan
2. Milna Bubur Bayi Regular (Untuk usia 6 bulan ke atas)
Keunggulan:
Omega-3 & Omega-6 untuk mengoptimalkan perkembangan otak
Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi
Zat besi merupakan mineral penting untuk pembentukan sel otak
12 vitamin & 10 mineral untuk menunjang pertumbuhan
3. Milna Toddler Biscuit (Untuk usia 12 bulan ke atas)
Biskuit yang diperkaya dengan kalsium dan DHA untuk menunjang kecerdasan Si Kecil. Terdiri dari dua rasa, yakni keju dan cokelat.
4. Milna Toddler Instant Pudding (Untuk usia 12 bulan ke atas)
Puding instan bergizi yang tinggi kalsium dan tanpa bahan pengawet. Tersedia dalam rasa cokelat dan stroberi.

Pemerikasaan Darah Untuk Virus Zika

Pemeriksaan Darah untuk Mengetahui Virus Zika

Virus Zika telah memicu kekhawatiran di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Disebutkan ada kaitan antara ibu hamil yang terinfeksi virus Zika dengan munculnya mikrosefali atau bayi lahir dengan diameter kepala yang lebih kecil.
Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi. Jenis nyamuk ini sama seperti nyamuk yang menyebarkan penyakit demam dengue dan chikungunya.
Adakah Vaksin untuk Virus Zika?
Laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) saat ini menyatakan bahwa belum ada temuan obat atau vaksin untuk mengendalikan wabah virus Zika. Para peneliti sedang fokus mencari vaksinasi yang tepat untuk virus ini, karena dinilai akan lebih efektif dalam mencegah kelainan yang terjadi dalam kehamilan dibandingkan dengan pengobatan antivirus.
Selain mencari vaksinasi, para peneliti juga tengah mencari cara untuk mendiagnosis virus ini dengan pemeriksaan darah. Para peneliti kesulitan untuk menemukan pemeriksaan diagnosis yang cepat, karena sulitnya menentukan siapa yang sedang sakit dan tidak sakit. Hal ini disebabkan karena gejala yang muncul pada penderita hanya sedikit, seperti nyeri kepala, demam, dan nyeri sendi – gejala tersebut sangat mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti demam berdarah dengue atau virus influenza.
Maka, darah penderita yang positif terinfeksi virus Zika sangatlah penting untuk membantu menemukan vaksin hingga metode diagnosis.
Pemeriksaan Virus Zika yang Akurat
Pemeriksaan virus Zika yang paling akurat adalah dengan pemeriksaan materi genetik (RNA) virus dari darah pasien, ketika virus ini dapat ditemukan beberapa hari hingga satu minggu setelah gejala awal muncul. Pemeriksaan virus juga bisa ditemukan pada urine satu bulan setelah gejala muncul. Pemeriksaan lainnya adalah dengan pemeriksaan antibodi, namun hal ini juga cukup sulit karena antibodi dari virus Zika dapat tumpang-tindih dengan antibodi virus dengue.
Namun, berita baik baru-baru ini muncul dari para ahli virus di Jerman. Mereka menemukan alat yang bisa mendeteksi virus Zika, bahkan mendeteksi jumlah virus Zika pada darah serta materi genetik (DNA) dari virus Zika. Alat tersebut rencananya akan diedarkan dengan harga yang murah, namun pemeriksaannya harus dilakukan di laboratorium dengan syarat tertentu. Selain para ahli dari Jerman, para ahli mikrobiologi dari Brazil pun sedang mencari alat deteksi dini virus Zika yang lebih akurat.
HIngga saat ini, banyak sekali pertanyaan mengenai virus Zika yang masih belum terjawab. Karena itu, untuk sekarang kita dianjurkan untuk lebih waspada mengenai virus Zika serta membantu masyarakat sekitar untuk lebih memahami mengenai virus Zika.