Sabtu, 06 Februari 2016

5 Bahan Alami Mengatasi Jerawat


Masalah jerawat adalah masalah semua orang. Dalam mencegah dan mengatasi jerawat, perawatan kulit memegang peranan penting. Beberapa bahan herbal Indonesia cukup banyak yang dapat bermanfaat untuk merawat kulit untuk mencegah dan mengatasi jerawat.
Bahan-bahan herbal ini telah diteliti dapat berfungsi sebagai anti bakteri, anti peradangan, mengurangi aktivitas kelenjar minyak dan mempercepat penyembuhan luka bekas jerawat, antara lain:
  1. Kunyit. Bahan aktif dalam kunyit yaitu curcumin ternyata menunjukkan aktivitas anti peradangan, anti oksidan dan mempercepat penyembuhan luka karena jerawat yang pecah.
  2. Manggis. Kulit buah manggis mengandung banyak bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai anti peradangan, anti bakteri dan anti oksidan.

3. Pepaya.
Pepaya mengandung enzim papain yang mampu menghilangkan sel kulit mati. Perawatan masker daging buah pepaya dapat mengurangi jerawat, dan memperbaiki kulit kasar.
4. Temulawak.
Bahan aktif dalam temulawak memiliki efek anti peradangan dan anti bakteri.
5. Tea Tree.
Minyak daun tea tree memiliki efek anti bakteri. Beberapa penelitian menunjukkan efek spesifik anti bakteri yang khusus menyebabkan jerawat. Dosis yang dapat digunakan adalah 5-15% larutan, 2 kali sehari.
Banyak bahan-bahan herbal yang diduga dapat berperan dalam perawatan kulit, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Untuk itu, pastikanlah Anda teliti dalam menggunakan produk-produk kesehatan kulit.
Perawatan kulit yang baik dan tekun akan menunjang usaha pencegahan dan pengobatan jerawat. Lakukan perawatan sewajarnya, jangan terlalu berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan malah memperparah jerawat. Berkonsultasilah dengan dokter Anda jika Anda merasa ragu dengan pilihan perawatan kulit Anda.

Awet Muda Dengan Tempe

awet, muda, tempe

Tempe memiliki kandungan isoflavon yang kaya yang terbukti mampu menghambat proses penuaan dini khususnya untuk wanita menjelang masa menopause.
Hal ini diperkuat dengan riset yang dilakukan staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip Semarang, DR. dr. Prasetyowati, Sp.KK. yang menguji sekitar 30 responden wanita yang diminta mengkonsumsi kapsul berisi ekstrak isoflavon kedelai tempe selama tiga bulan.
Dari hasil yang dicatat, ternyata kulit mereka lebih kenyal dibandingkan dengan responden yang tidak diberi ekstrak isoflavon. Menurut Prasetyowati hormon ekstrogen dalam isoflavon kedelai bisa menghambat penuaan. Selain itu mengkonsumsi kedelai untuk menjaga kecantikan selain murah juga aman, dibanding bahan kimiawi yang menjanjikan hasil cepat namun berisiko.
Dokter yang meraih penghargaan atas penelitiannya ini menyarankan kaum hawa agar menggunakan bahan alami sebagai resep menjaga badan tetap sehat dan cantik di usia paruh baya. Menurutnya wanita paruh baya setiap hari paling tidak membutuhkan 50-100 miligram isoflavon. Bila setiap 60 gram tempe mengandung 10 mg isoflavon, maka perempuan pada usia senja harus lebih banyak mengonsumsi tahu dan tempe. Sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan.

Virus Zika Dan Serba Serbinya

Virus Zika dan Serba-serbinya

Virus zika saat ini sedang menghebohkan dunia. Hal ini disebabkan karena virus zika ini sedang banyak terjadi di Brazil dan penyebaran virus zika ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri.
Pasalnya, jika virus zika menginfeksi ibu yang sedang hamil, maka ibu hamil tersebut berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali, atau bayi lahir dengan kepala yang kecil dan perkembangan otak yang tidak sempurna.
Hingga saat ini, belum ada penyembuhan untuk mikrosefali pada anak. Anak yang mengalami kondisi mikrosefali biasanya juga akan mengalami gangguan perkembangan, kejang, dan anomali pada wajah.
Virus Zika, Apa itu?
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), virus Zika pertama kali ditemukan pada monyet di Uganda pada tahun 1947. Sedangkan virus zika pada manusia ditemukan di Uganda dan Tanzania pada tahun 1952.
Sama halnya seperti demam berdarah, virus Zika disebabkan oleh penularan dari nyamuk Aedes. Nyamuk yang menggigit orang yang sudah terinfeksi dapat menularkannya ke orang lain.
Virus Zika, apa saja gejalanya?
Kebanyakan orang yang mengalami infeksi virus Zika tidak mengalami gejala khusus yang terjadi. Namun beberapa orang, yakni 1/4 dari orang yang terinfeksi, dapat mengalami:
  • Gejala demam
  • Ruam kemerahan
  • Nyeri kepala
  • Nyeri sendi
  • Mata merah
  • Lemah dan lesu.
Gejala akibat virus Zika tersebut berlangsung selama 2-7 hari. Gejala yang timbul biasanya akan dimulai sejak 3-12 hari setelah digigit nyamuk yang menularkan virus ini. Namun demikian, infeksi virus Zika sendiri biasanya tidak akan berdampak fatal pada orang dewasa, ataupun pada anak-anak.
Virus Zika, bagaimana cara menanganinya?
Tidak ada terapi atau penanganan khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi virus Zika. Jika terinfeksi virus ini, penanganan yang dilakukan hampir sama dengan penanganan akibat infeksi dari virus lainnya, yaitu dengan melakukan banyak istirahat, mengonsumsi minum air putih yang cukup, dan melakukan terapi simtomatik guna mengurangi nyeri dan demam.

Jika Terkena Virus Zika, Tidak Bisa Hamil Selamanya?

Jika Terkena Virus Zika, Tidak Boleh Hamil Lagi Selamanya?

Virus Zika memang sedang banyak mewabah, terutama di daerah tropis. Virus ini ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes dan dapat menjalari siapa saja.
Bila terjangkit pada ibu hamil, walaupun gejalanya relatif ringan, namun dapat ditransmisikan ke janin yang dikandungnya. Janin dari ibu yang terinfeksi virus Zika akan mengalami kelainan perkembangan otak di dalam kandungan dan mikrosefali atau lahir dengan diameter kepala yang lebih kecil.
Seperti dilansir dari BBC di Brazil, sejak Oktober 2015 virus Zika telah menginfeksi ribuan wanita hamil dan menyebabkan hampir 4.000 bayi lahir dengan mikrosefali. Angka ini sangat jauh berlipat ganda dibandingkan dengan data sebelumnya di mana kejadian mikrosefali pada tahun 2014 dilaporkan hanya sebanyak 150 kasus.
Dalam sebuah penelitian oleh Lavinia dkk. yang mengevaluasi 35 bayi di Brazil dengan mikrosefali menyebutkan bahwa semua ibu dari bayi tersebut pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang terjangkit virus Zika. Sebanyak 25 (71%) dari bayi tersebut menderita mikrosefali berat, 17 (49%) menderita sedikitnya satu kelainan saraf, dan dari 27 bayi yang dievaluasi menggunakan pemeriksaan pencitraan untuk saraf juga mengalami kelainan.
Di Indonesia, virus Zika telah dilaporkan oleh peneliti pada tahun 1977 dan 1978 di Rumah Sakit Tegalyoso di Klaten, Jawa Tengah. Ketika itu, diagnosis baru berdasarkan pada pemeriksaan serologi darah. Selain itu, pada studi yang diterbitkan di American Journal Tropical Medicine and Hygiene juga disebutkan adanya kasus virus Zika pada warga Australia yang pulang bepergian dari Jakarta.
Kepastian bahwa virus Zika telah ditemukan di Indonesia diperkuat oleh pernyataan dari Prof. Amin Subandrio, Kepala Lembaga Biomolekular Eijkman Jakarta. Beliau mengonfirmasi bahwa virus Zika telah berhasil diisolasi secara molekuler dan virologi.
Bagaimana mengetahui jika seorang ibu hamil terjangkit virus Zika?
Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus Zika kemudian mengalami gejala infeksi virus Zika (seperti demam, ruam merah, radang selaput lendir mata, nyeri otot dan sendi, serta letih lesu), disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus Zika. Untuk mencegah terjangkitnya ibu hamil oleh virus Zika, Centers for Disease and Control Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus Zika. Wanita hamil yang sudah telanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan perlindungan ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi seperti menggunakan losion antinyamuk, memasang kelambu, dan memakai baju yang tertutup.
Apakah wanita atau ibu hamil yang pernah terjangkit virus Zika tidak boleh hamil lagi selamanya?
Setelah terinfeksi, virus Zika akan berada di dalam tubuh seseorang selama beberapa hari sampai satu minggu, kemudian sesudah itu virus tersebut tidak lagi berada di dalam darah.
Berdasarkan pernyataan dari CDC, sekali virus Zika tereliminasi dari tubuh, maka individu tersebut akan aman bila kemudian mengandung. Janin yang dikandungnya tidak akan terpengaruh oleh infeksi Zika yang pernah diderita oleh ibunya. Begitu pula pada wanita yang pernah melakukan perjalanan ke daerah endemis virus Zika. Wanita tersebut aman untuk hamil setelah virus Zika tereliminasi dari tubuhnya.

Mencegah Infeksi Virus Zika

Mencegah Infeksi Virus Zika

Virus zika saat ini sedang menghebohkan dunia. Hal ini disebabkan karena virus zika ini sedang banyak terjadi di Brazil dan penyebaran virus zika ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri.
Pasalnya, jika virus zika menginfeksi ibu yang sedang hamil, maka ibu hamil tersebut berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali, atau bayi lahir dengan kepala yang kecil dan perkembangan otak yang tidak sempurna.
Hingga saat ini, belum ada penyembuhan untuk mikrosefali pada anak. Anak yang mengalami kondisi mikrosefali biasanya juga akan mengalami gangguan perkembangan, kejang, dan anomali pada wajah.
Virus Zika, Apa itu?
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), virus Zika pertama kali ditemukan pada monyet di Uganda pada tahun 1947. Sedangkan virus zika pada manusia ditemukan di Uganda dan Tanzania pada tahun 1952.
Sama halnya seperti demam berdarah, virus Zika disebabkan oleh penularan dari nyamuk Aedes. Nyamuk yang menggigit orang yang sudah terinfeksi dapat menularkannya ke orang lain.
Virus Zika, apa saja gejalanya?
Kebanyakan orang yang mengalami infeksi virus Zika tidak mengalami gejala khusus yang terjadi. Namun beberapa orang, yakni 1/4 dari orang yang terinfeksi, dapat mengalami:
  • Gejala demam
  • Ruam kemerahan
  • Nyeri kepala
  • Nyeri sendi
  • Mata merah
  • Lemah dan lesu.
Gejala akibat virus Zika tersebut berlangsung selama 2-7 hari. Gejala yang timbul biasanya akan dimulai sejak 3-12 hari setelah digigit nyamuk yang menularkan virus ini. Namun demikian, infeksi virus Zika sendiri biasanya tidak akan berdampak fatal pada orang dewasa, ataupun pada anak-anak.
Virus Zika, bagaimana cara menanganinya?
Tidak ada terapi atau penanganan khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi virus Zika. Jika terinfeksi virus ini, penanganan yang dilakukan hampir sama dengan penanganan akibat infeksi dari virus lainnya, yaitu dengan melakukan banyak istirahat, mengonsumsi minum air putih yang cukup, dan melakukan terapi simtomatik guna mengurangi nyeri dan demam.
Anjuran Bagi Wanita Hamil
Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus zika dan mengalami setidaknya dua gejala dalam dua minggu setelah bepergian, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Karena, hingga saat ini belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus zika. CDC (Centers for Disease and Control Prevention) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus zika. Wanita hamil yang sudah terlanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan proteksi ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi.
Bahkan baru-baru ini, pemerintah Brasil dan Kolombia meminta agar para wanita menunda kehamilan untuk sementara waktu. Anjuran yang lebih ekstrim diberikan oleh pemerintah El Savador yang menghimbau agar wanita tidak hamil hingga tahun 2018.
Virus Zika, bagaimana mencegah penularannya?
Perlindungan terbaik adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan krim penangkal nyamuk, menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang dengan warna muda atau cerah, tidur dengan kelambu, serta menutup pintu dan jendela.

Buah Naga Dan Manfaat Sehatnya

Buah Naga dan Manfaat Sehatnya

Buah naga merupakan buah yang memiliki warna yang mencolok dan berbentuk unik. Buah naga ini mulai populer dan banyak disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, baik untuk dikonsumsi secara langsung ataupun sebagai campuran buah di dalam sup buah.
Selain bentuk, warna dan rasanya yang khas, buah naga ternyata juga memiliki berbagai manfaat yang baik bagi tubuh orang yang mengonsumsinya. Beberapa manfaat buah naga tersebut, yakni:
  • Buah naga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh
Buah naga mengandung kadar vitamin C yang tinggi. Vitamin C dalam buah naga ini dapat berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh, serta menangkal radikal bebas. Kekebalan tubuh yang baik tentu akan membuat orang yang mengonsumsi buah naga ini terhindar dari berbagai jenis penyakit.
Tak hanya vitamin C, buah naga juga mengandung beberapa vitamin lainnya, seperti vitamin B1, B2 dan B3 yang bermanfaat untuk kesehatan kulit, menjaga kadar kolesterol, tekanan darah dan fungsi tiroid.
  • Buah naga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi pencernaan
Selain kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, buah naga juga kaya akan serat yang bermanfaat untuk pencernaan Anda. Serat berfungsi untuk melancarkan pencernaan, merangsang gerakan peristaltik usus dan Anda pun tak lagi mengalami susah Buang Air Besar (BAB).
  • Buah naga merupakan sumber antioksidan
Buah naga merupakan sumber antioksidan alami. Karoten yang terkandung di dalam buah naga memiliki fungsi sebagai anti karsinogenik untuk mencegah terjadinya kanker.
Tak hanya itu, dengan mengonsumsi buah naga, kandungan antioksidan di dalam tubuh juga akan bertambah sehingga semakin optimal dalam menangkal radikal bebas.
  • Buah naga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh
Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan protein.  Protein merupakan salah satu nutrisi esensial yang diperlukan oleh tubuh. Protein bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah, sayuran dan daging yang kemudian dimetabolisme oleh tubuh untuk mempercepat perbaikan sel, mempercepat metabolisme, dan meningkatkan massa otot.
Tak hanya itu, protein juga bermanfaat untuk kesehatan gigi, rambut, tulang, pembuluh darah, dan jaringan tubuh.
  • Antibakteri dan antijamur
Jika kekebalan tubuh Anda meningkat, maka Anda pun dapat terhindar dari infeksi bakteri dan jamur. Tak hanya untuk kekebalan tubuh, buah naga juga dapat berfungsi untuk meregenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka. 

Terong Dengan Seribu Manfaat

Terong, Si Ungu dengan Segudang Manfaat

Terong merupakan salah satu sayuran yang sudah sangat familiar untuk orang Indonesia. Anda pasti sering menyajikan olahan terong di meja makan keluarga, mulai dari balada terong hingga lodeh terong — untuk lebih memaksimalkan rasa, terong biasa dikombinasikan dengan bahan masakan lainnya seperti ikan, tempe, dan tahu.
Tapi tahukah Anda bahwa selain lezat dan murah, terong juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan?
  • Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Serat, kalium, vitamin C, vitamin B6, flavonoid, dan kandungan nutrisi lainnya yang ada dalam terong mempunyai fungsi untuk kesehatan jantung. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi makanan yang mengandung flavonoid berkaitan dengan rendahnya risiko kematian akibat penyakit jantung. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa konsumsi flavonoid memainkan peran utama dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Memperbaiki Tingkat Kolesterol
Dalam suatu penelitian, terong diberikan kepada kelinci yang memiliki kolesterol tinggi, kemudian hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan dalam berat badan dan tingkat kolesterol. Terong mengandung asam klorogenat yang dapat menurunkan kadar LDL, serta berfungsi sebagai antimikroba, antivirus, dan agen antikanker.
  • Mencegah Risiko Kanker
Kandungan polifenol dalam terong memiliki efek antikanker, sementara anthocyanin dan asam klorogenat berfungsi sebagai antioksidan dan antiperadangan. Senyawa-senyawa tersebut mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, dan pada gilirannya mencegah pertumbuhan tumor serta penyebaran sel kanker. Mereka juga mampu merangsang enzim-enzim detoksifikasi dalam sel.